Slideshow

Selasa, 21 September 2010

PENERAPAN HACCP DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEAMANAN PANGAN

Diambil dari : http://habibiezone.wordpress.com/2010/04/28/penerapan-haccp-dalam-upaya-meningkatkan-keamanan-pangan/ sebagai bahan pelajaran.

Konsep HACCP merupakan suatu metode manajemen keamanan pangan yang bersifat sistematis dan didasarkan pada prinsip-prinsip yang sudah dikenal, yang ditujukan untuk mengidentifikasi hazard (bahaya) yang kemungkinan dapat terjadi pada setiap tahapan dalam rantai persediaan makanan, dan tindakan pengendalian ditempatkan untuk mencegah munculnya hazard tersebut. HACCP merupakan akronim yang digunakan untuk mewakili suatu sistem hazard dan titik kendali kriti (Hazard analysis and critical control point).
HACCP merupakan suatu sistem manajemen keamanan makanan yang sudah terbukti dan didasarkan pada tindakan pencegahan. Identifikasi letak suatu hazard yang mungkin akan muncul di dalam proses, tindakan pengendalian yang dibutuhkan akan dapat ditempatkan sebagaimana mestinya. Hal ini untuk memastikan bahwa keamanan makanan memang dikelola dengan efektif dan untuk menurunkan ketergantungan pada metode tradisional seperti inspeksi dan pengujian.

PRINSIP HACCP

Dalam aplikasinya HACCP mengacu pada beberapa prinsip utama, yaitu :

Prinsip I: mengidentifikasi potensi bahaya yang berhubungan dengan produksi pangan pada semua tahapan, mulai dari usaha tani, penanganan, pengolahan dipabrik dan distribusi sampai kepada titik produk panga dikonsumsi. Penilaian kemungkinan terjadinya bahaya dan menentukan tindakan pencegahan untuk pengendaliannya.

Prinsip 2: menentukan titik atau tahap operasional yang dapat dikendalikan untuk menghilangkan bahaya atau mengurangi kemungkinan terjadinya bahaya tersebut (CCP:critical control point). CCP berarti setiap tahapan di dalam produksi pangan dan atau pabrik yang meliputi sejak diterimanya bahan bakunya dan atau diproduksi, panen, diangkut, formulasi, diolah, disimpan dan lain sebagainya.

Prinsip 3: Menetapkan batas kritis yang harus dicapai untuk menjamin bahwa CCP berada dalam kendali.

Prinsip 4: Menetapkan sistem pemantauan pengendalian (monitoring) dari CCP dengan cara pengujian dan pengamatan.

Prinsip 5: Menetapkan tindakan perbaikan yang dilaksanakan jika hasil pemantauan menunjukkan bahwa CCP tertentu tidak terkendali.

Prinsip 6: Menetapkan prosedur ferivikasi yang mencakup dari pengujian tambahan dan prosedur penyesuaian yang menyatakan bahwa sistem HACCP berjalan efektif.

Prinsip 7: Mengembangkan dokumentasi mengenai semua prosedur dan pencatatan yang tepat untuk prinsip-prinsip ini dan penerapannya.

HACCP sebagai sistem yang memberikan efisiensi manajemen keamanan pangan

Dalam industri pangan, masalah keamanan pangan dapat dipastikan menjadi perioritas utama dan tidak dapat ditawar-tawar walaupun kadang-kadang hal itu di utarakan secara tertulis. Sehingga usaha untuk mencegah terjadinya bahaya keamanan pangan pada umumnya menjadi perioritas, sehingga pada umunya industry mencari suatu sistem yang mampu diterapkan dengan sistem pencegahan, sehingga HACCP menjadi pilihan banyak industry pangan karena HACCP merupakan sistem pengendalian keamanan pangan berdasarkan tindakan pencegahan.

Dalam perkembangannya sistem HACCP ini telah dirasakan telah memberikan efisiensi jaminan keamanan pangan karena beberapa hal, yaitu:
- Sistemnya sistematik dan mudah dipelajari, sehingga dapat diterapkan pada semua tingkat bisnis pangan.
- Merupakan Cost-effective System karena focus pada titik-titik yang kritis terhadap pangan, mengurangi resiko produksi, dan dapat menghasilkan produk yang aman.
- Membuat personil terinformasi akan keputusan-keputusan tentang keamanan pangan dan menghilangkan bias dalam keputusan-keputusannya.
- Menjamin personil dilatih sesuai dengan keputusan penerapan HACCP.
- HACCP telah menjadi sistem keamanan pangan yang universal sehingga akan diterima dimana saja, baik oleh klien maupun regulasi.

Kebutuhan akan sistem keamanan pangan yang efektif

Dalam sistem keamanan pangan konvensional kita mengenal adanya penerapan GMP (Good Manufacturing Practices)/GFP (Good Farming Practices)/GDP (Good Distribution Practices) kemudian pengendalian hygiene, serta inspeksi produk akhir. Sistem konvensional ini belum memberikan jaminan keamanan secara memadai, dan khususnya tingkat ketelusurannya yang rendah. Dalam perkembangan tuntunan keamanan pangan yang lebih baik dan ditemukannya HACCP serta sistem-sistem lainnya, maka dapat dirumuskan suatu sistem keamanan pangan yang mencakup pre-requisite program (persyaratan dasar), prinsip-prinsip HACCP dan program universal manajemen mutu.

Kelemahan-kelemahan HACCP

Dari perkembangannya HACCP terus di “up date” untuk memeperbaiki kekurangan-kekurangannya, dari alasan pengembangan tersebut terdapat beberapa kelemahan yang mungkin timbul pada penerapannya yaitu:
- Jika HACCP tidak diterapkan secara benar maka tidak akan menghasilkan sistem jaminan keamanan yang efektif disuatu industry;
- Bila hanya dilaksanakan oleh satu orang atau kelompok kecil industry tanpa /sedikit input dari seluruh devisi dalam industry,
- Linkungan HACCP dianggap terlalu sempit, yaitu yang hanya terfokus pada keamanan pangan, dan hanya juga untuk pangan.

Dalam pengembangan PMMT yang dilakukan oleh Direktorat jendral perikanan,analisa bahaya diharuskan meliputi 3 aspek yaitu:

Food Safety (keamanan)
Wholesomeness (keutuhan)
Economic Fraud (kecurangan ekonomi)
FOOD SAFETY

Yang dimaksud food safety adalah keamanan makanan terhadap berbagai macam bahaya yang menurut jenis penyebabnya dapat dikelompokan menjadi;

1. Bahaya biologis, berasal dari mikroorganisme yang bersifat pathogen seperti:

Bakteri (E. coli, Clostorium botulinum, Salmonella spp, Staphilococcus aureus, Vibrio Cholerae); dapat menyebabkan sakit perut, diare, infeksi, keracunan, dan kematian.
Virus (Hepatitis A, Norwalk); dapat menyebabkan infeksi hati.
Prozoa atau parasit (Entamoeba histolytica, Ascaris lumbricoides); dapat menyebabkan desentri, diare,kram perut,kehilangan berat badan, infeksi usus dan paru-paru.
2. Bahaya kimiawi, berasal dari:

Scrombrotoxin (histamine); menyebabkan keracunan,alergi;
Shellfish toxin:
- Diarrheic shellfish poisoning (DSP); menyebabkan diare;
- Neurotoxic sheilfish poisoning (NSP); meyebabkan gangguan syaraf.
Residu Obat-obatan; menyebabkan keracunan;
Bahan-bahan kimia yang tidak sengaja ditambahkan ; pestisida,fungisida,herbisida,pupuk, antibiotika,pelumas,cat,pembersih,air raksa, dan lain-lain; dapat menyebabkan keracunan,gangguan fungi organ tubuh, krematian.
3. Bahaya fisika, berasal dari adanya benda-benda seperti pecahan gelas/kaca,logam (peniti, klip, stapler,dll), potongan kayu, rambut,serpihan plastic,tulang duri,potongan kuku,dan sebagainya.

WHOLESOMENESS (Keutuhan)
Kondisi produk yang berkualitas secara professional tentunya sangat diharapkan.kualitas produk pengolahan yang tidak memenuhi standar mutu hasil perikanan,disebabkan:

a. Dekomposisi.
Proses penyesuaian atau perubahan komponen pada produk perikanan akan diikuti oleh tingkat kemunduran mutu kearah. Banyak factor-faktor yang mengakibatkan perubahan komponen pada produk perikanan akan diikuti oleh tingkat kemunduran mutu kearah rendah. Banyak factor-faktor yang mengakibatkan perubahan komponen pada produk prikanan. Secara garis besar dapat disebutkan factor lingkungan, sarana, prasarana, cara penyimpanan, cara pengolahan, factor biologis dan sebagainya.

b. Benda-benda Asing.
Benda-benda asing seperti rambut,potongan serangga,cat kuku dan lain-lain sering disebut “filth” akan berpengaruh terhadap nilai suatu produk perikanan. Hal tersebut perlu diantisipasi agar benda-benda asing tersebut jangan sampai berada pada produk perikanan.

c. Tidak Sesuai Sepesifikasi.
Setiap produk akhir yang akan diperdagangkan harus sesuai dengan label, yang memberikan keterangan tentang :

Jenis Produk Akhir
Ukuran
Type
Grade (tingkat mutu)
Berat bersih produk akhir
Bahan tambahan makanan
Asal Negara
Nomor lisensi unit pengolahan
Tanggal,bulan,dan tahun produk dibuat.
Economic Fraud (Kecurangan Ekonomi)
Economic fraud adalah tindakan-tindakan tidak legal atau kecurangan yang dapat menimnulkan kerugin ekonomis, misalnya:

Salah label
Kurang berat
Jenis tidak sesuai label
Ukuran tidak sesuai
Bahan tambahan yang salah
Keamanan Makanan Secara Biologis, Kimia dan Fisika

Didalam upaya pencegahan agar dapat terpenuhinya mutu yang diharapkan, maka tindakan-tindakan yang perlu diambil, antara lain :

Aspek Biologis
- Pengendalian suhu/waktu
- Pemanasan dan pemasakan
- Pendinginan dan pembekuan
- Pengendalian pH
- Penambahan garam atau bahan pengawet
- Pengeringan
- Pengemasan
- Pengendalian sumber
- Pembersih dan sanitasi

2.Aspek Kimiawi- Pengendalian sumber
- Pengendalian produksi
- Pengendalian pelabelan

3. Aspek Fisika
- Pengendalian sumber
- Pengendalian produksi
- Pengendalian lingkungan

Penerapan HACCP

Salah satu alat manajemen mutu yang dapat digunakan adalah Hazard Analysis and critical control point (HACCP) yang telah banyak dilakukan di berbagai negara dan telah menjadi salah satu alat pengawasan yang berdasarkan prinsip pencegahan. Konsep ini telah banyak diterapkan pada industri pangan. Konsep ini didasarkan atas kesadaran dan pengertian bahwa bahaya akan timbul pada berbagai titik/tahapan produksi, namun upaya pengendalian dapat dilakukan untuk mengontrol bahaya tersebut. Melalui Badan Standarisasi Nasional (BSN) pemerintah Indonesia juga telah mengadaptasi konsep HACCP menjadi SNI 01-4852-1998 beserta pedoman penerapannya untuk diaplikasikan pada berbagai industri pangan di Indonesia.
Menurut SNI 01-4852-1998, HACCP (Hazard Analysis Critical Control Points) adalah piranti untuk menilai bahaya dan menetapkan sistem pengendalian yang memfokuskan pada pencegahan daripada mengandalkan sebagian besar pengujian produk akhir (end product testing) atau suatu sistem pencegahan untuk keamanan pangan. HACCP dapat diterapkan pada seluruh rantai pangan dari produk primer sampai pada konsumsi akhir dan penerapannya harus dipandu oleh bukti secara ilmiah terhadap resiko kesehatan manusia. Sistem HACCP bukan merupakan suatu jaminan keamanan pangan yang zero-risk (tanpa resiko), tetapi dirancang untuk meminimumkan resiko bahaya keamanan pangan.

Bahaya (hazard) adalah suatu kemungkinan terjadinya masalah atau resiko secara fisik, kimia dan biologi dalam suatu produk pangan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. Bahaya-bahaya tersebut dapat dikategorikan ke dalam enam kategori bahaya, yaitu bahaya A sampai F . Beberapa bahaya yang ada dapat dicegah atau diminimalkan melalui penerapan prasyarat dasar pendukung sistem HACCP seperti GMP ( Good Manufacturing Practices) , SSOP ( Sanitation Standard Operational Procedure) , SOP ( Standard Operational Procedure ), dan sistem pendukung lainnya.

Untuk menentukan resiko atau peluang tentang terjadinya suatu bahaya, maka dapat dilakukan penetapan kategori resiko. Dari beberapa banyak bahaya yang dimiliki oleh suatu bahan baku, maka dapat diterapkan kategori resiko I sampai VI. Selain itu, bahaya yang ada dapat juga dikelompokkan berdasarkan signifikansinya. Signifikansi bahaya dapat diputuskan oleh tim dengan mempertimbangkan peluang terjadinya ( reasonably likely to occur ) dan keparahan ( severity ) suatu bahaya.

Analisa bahaya adalah salah satu hal yang sangat penting dalam penyusunan suatu rencana HACCP. Untuk menetapkan rencana dalam rangka mencegah bahaya keamanan pangan, maka bahaya yang signifikan atau beresiko tinggi dan tindakan pencegahan harus diidentifikasi. Hanya bahaya yang signifikan atau yang memiliki resiko tinggi yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan critical control point .

CCP atau Titik Kendali Kritis didefinisikan sebagai suatu titik, langkah atau prosedur dimana pengendalian dapat diterapkan dan bahaya keamanan pangan dapat dicegah, dihilangkan atau diturunkan sampai ke batas yang dapat diterima. Pada setiap bahaya yang telah diidentifikasi dalam proses sebelumnya, maka dapat ditentukan satu atau beberapa CCP dimana suatu bahaya dapat dikendalikan.

Masing-masing titik penerapan tindakan pencegahan yang telah ditetapkan diuji dengan menggunakan CCP decision tree untuk menentukan CCP. Decision tree ini berisi urutan pertanyaan mengenai bahaya yang mungkin muncul dalam suatu langkah proses, dan dapat juga diaplikasikan pada bahan baku untuk mengidentifikasi bahan baku yang sensitif terhadap bahaya atau untuk menghindari kontaminasi silang. Suatu CCP dapat digunakan untuk mengendalikan satu atau beberapa bahaya, misalnya suatu CCP secara bersama-sama dapat dikendalikan untuk mengurangi bahaya fisik dan mikrobiologi.

Critical limit (CL) atau batas kritis adalah suatu kriteria yang harus dipenuhi untuk setiap tindakan pencegahan yang ditujukan untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya sampai batas aman. Batas ini akan memisahkan antara “yang diterima” dan “yang ditolak”, berupa kisaran toleransi pada setiap CCP. Batas kritis ditetapkan untuk menjamin bahwa CCP dapat dikendalikan dengan baik. Penetapan batas kritis haruslah dapat dijustifikasi, artinya memiliki alasan kuat mengapa batas tersebut digunakan dan harus dapat divalidasi artinya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan serta dapat diukur. Penentuan batas kritis ini biasanya dilakukan berdasarkan studi literatur, regulasi pemerintah, para ahli di bidang mikrobiologi maupun kimia, CODEX dan lain sebagainya.

Untuk menetapkan CL maka pertanyaan yang harus dijawab adalah : apakah komponen kritis yang berhubungan dengan CCP? Suatu CCP mungkin memiliki berbagai komponen yang harus dikendalikan untuk menjamin keamanan produk. Secara umum batas kritis dapat digolongkan ke dalam batas fisik (suhu, waktu), batas kimia (pH, kadar garam). Penggunaan batas mikrobiologi (jumlah mikroba dan sebagainya) sebaiknya dihindari karena memerlukan waktu untuk mengukurnya, kecuali jika terdapat uji cepat untuk pengukuran tersebut.

Kegiatan pemantauan (monitoring) adalah pengujian dan pengamatan terencana dan terjadwal terhadap efektifitas proses mengendalikan CCP dan CL untuk menjamin bahwa CL tersebut menjamin keamanan produk. CCP dan CL dipantau oleh personel yang terampil serta dengan frekuensi yang ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan, misalnya kepraktisan. Pemantauan dapat berupa pengamatan (observasi) yang direkam dalam suatu checklist atau pun merupakan suatu pengukuran yang direkam ke dalam suatu datasheet. Pada tahap ini, tim HACCP perlu memperhatikan mengenai cara pemantauan, waktu dan frekuensi, serta hal apa saja yang perlu dipantau dan orang yang melakukan pemantauan.

Tindakan koreksi dilakukan apabila terjadi penyimpangan terhadap batas kritis suatu CCP. Tindakan koreksi yang dilakukan jika terjadi penyimpangan, sangat tergantung pada tingkat risiko produk pangan. Pada produk pangan berisiko tinggi misalnya, tindakan koreksi dapat berupa penghentian proses produksi sebelum semua penyimpangan dikoreksi/diperbaiki, atau produk ditahan/tidak dipasarkan dan diuji keamanannya. Tindakan koreksi yang dapat dilakukan selain menghentikan proses produksi antara lain mengeliminasi produk dan kerja ulang produk, serta tindakan pencegahan seperti memverifikasi setiap Verifikasi adalah metode, prosedur dan uji yang digunakan untuk menentukan bahwa sistem HACCP telah sesuai dengan rencana HACCP yang ditetapkan. Dengan verifikasi maka diharapkan bahwa kesesuaian program HACCP dapat diperiksa dan efektifitas pelaksanaan HACCP dapat dijamin.

Beberapa kegiatan verifikasi misalnya:

• Penetapan jadwal inspeksi verifikasi yang tepat
• Pemeriksaan kembali rencana HACCP
• Pemeriksaan catatan CCP
• Pemeriksaan catatan penyimpangan dan disposisi inspeksi visual terhadap kegiatan untuk mengamati jika CCP tidak terkendalikan
• Pengambilan contoh secara acak
• Catatan tertulis mengenai inspeksi verifikasi yang menentukan kesesuaian dengan rencana HACCP, atau penyimpangan dari rencana dan tindakan koreksi yang dilakukan.

Verifikasi harus dilakukan secara rutin dan tidak terduga untuk menjamin bahwa CCP yang ditetapkan masih dapat dikendalikan. Verifikasi juga dilakukan jika ada informasi baru mengenai keamanan pangan atau jika terjadi keracunan makanan oleh produk tersebut.

Dokumentasi program HACCP meliputi pendataan tertulis seluruh program HACCP sehingga program tersebut dapat diperiksa ulang dan dipertahankan selama periode waktu tertentu. Dokumentasi mencakup semua catatan mengenai CCP, CL, rekaman pemantauan CL, tindakan koreksi yang dilakukan terhadap penyimpangan, catatan tentang verifikasi dan sebagainya. Oleh karena itu dokumen ini dapat ditunjukkan kepada inspektur pengawas makanan jika dilakukan audit eksternal dan dapat juga digunakan oleh operator.


Terimakasih kepada Habibillah Faqih Arif sebagai penulis.

Regard,
Bung Ganda

Rabu, 28 Juli 2010

Engineering ToolBox

Jumat, 04 Juni 2010

Dropping a Shoe

The caterpillar wasn't happy. The leaves on his tree were half-wilted, brownish, and
tasted like they looked. The weather was cold and windy, and he didn't like it at all. And for whatever feathery reason, the neighborhood birds seemed to frequent his particular tree much more than all the other trees combined, so even on a sunny day he could not stretch his forty fuzzy feet, turn his belly towards the sun, and get himself some darkgreen tan. In fact, with all the nature against him, he felt miserable and sorry for himself.
But one day the caterpillar woke up with a vague but strangely pleasant feeling.
Something wonderful stirred inside him, and as he grabbed onto that feeling, he decided that starting today he will not feel sorry for himself. No, sir, he will not. He will feel good about himself, no matter what the weather is, or how threatening the birds are, or how wilted the leaves.
The days went by and he realized that these things were not bothering him as much as
they did before. And it felt good. No, no, scratch that, not just good. He felt exhilarated.
He felt full of energy. He felt safe even when birds were flapping their wings just a
couple of branches away. The leaves seemed a lot greener and juicier than usual, and the weather warmer than yesterday. He felt good about his body. He was neither too thin nor too fat—just perfect. He felt expansive. His vision became so incredibly clear, as if a muddy film came off his eyes. And he sensed some sort of electric-like buzzing in his flexible long body which, frankly, felt quite good.
At first he thought he was going nuts... maybe some hormonal imbalance or something.
But somehow it all felt like it was supposed to be this way. There was just one teeny
problem. There was a tiny anxiousness in the caterpillar's heart. Things were all just too good now—the abundant food, the newly found safety, the happiness which somehow felt natural—and the overall great way he felt about himself. Somewhere in the back of his tail there was a feeling that this paradise could not last forever. A shoe was going to Stories published by Spiritual-Short-Stories.com, Copyright 2008
drop. He didn't know which shoe, and where it was going to drop, but he positively felt that it will drop. And he was apprehensive. Just a little bit.
As he was dozing off in the sun after enjoying a plump leaf, a strange creature appeared next to him out of nowhere. She had a body like his, but more shapely and adorned with colors, and two brilliant wings attached to that body. The creature was breathtaking. The caterpillar's jaw dropped and a small piece of the leaf fell out. The creature opened her perfectly shaped mouth and said, "How are you feeling, dear Caterpillar?" Her voice was so melodious that the caterpillar became positively enchanted. He pinched himself to snap out of it and said, "Ahh, uhmm, ehhh, well, I'm fine, thank you." He thought a bit and, for some reason feeling an affinity with this creature and that he could trust her, added, "But I have this feeling..." The creature somehow seemed to know his thoughts, as if she was a trained psychologist, because she immediately picked up his sentence, "...of anxiousness? You feel great, but there is some apprehension, like it's all just too good to be true, right? You feel like a shoe is going to drop. Don't you?" By now the caterpillar gave up on pulling his hanging jaw back up and just covered his mouth to prevent more bits of the leaf from falling out. He mumbled something like "yes," or perhaps it was "maybe," or even "what are you, a destiny's child?"; we can't tell, for it wasn't too clear. But he wanted to know. And finally, excited, in a very loud whisper he asked, letting all the half-chewed pieces of his green lunch fly out of his mouth, "Is it? Is it going to drop?!" The creature smiled kindly and said, "Yes. It is going to drop." "And then what?!" demanded the caterpillar loudly as if his life depended on the answer. "Oh, you'll see!" said the creature, suddenly lowering her beautiful wings, rising into the air, and flitting away so gracefully like no bird ever could.
He was still thinking about that "You'll see," when a clear liquid started coming out of his mouth, quickly hardening into a thin shiny thread, and he felt a sudden urge to spin it around himself. And as he did, one thought played over and over in his head, "The shoe is dropping! THE SHOE IS DROPPING!!"
But then, all of a sudden, as he very soon found himself suspended in a cocoon, the
anxiousness evaporated. Somehow he knew that everything was going to be alright. "So
that's what it was all about!" he thought, slipping into a well-deserved sleep. And as he did, a dream began to unfold. He dreamt of strange, beautiful creatures. Creatures with perfect bodies, brilliant wings, and melodious voices. Creatures with freedom to fly.

Selasa, 01 Juni 2010

A Buddha Is Among You


The abbot of a once famous Buddhist monastery that had fallen into decline became
deeply troubled. Monks were lax in their practice, novices were leaving and lay
supporters deserting to other centers. The abbot traveled far to a sage and recounted his tale of woe, of how much he desired to transform his monastery to the flourishing haven it had been in days of yore.
The sage looked him in the eye and said, "The reason your monastery has languished is
that the Buddha is living among you in disguise, and you have not honored him." The
abbot hurried back, his mind in turmoil.
The Selfless One was at his monastery! Who could he be? Brother Hua? No, he was full
of sloth. Brother Po? No, he was too dull. But then the Tathagata was in disguise. What better disguise than sloth or stupidity? He called his monks to him and revealed the sage's words. They, too, were taken aback and looked at each other with suspicion and awe.
Which one of them was the Chosen One?

The disguise was perfect. Not knowing who he was they took to treating everyone with
the respect due to a Buddha. Their faces started shining with an inner radiance that
attracted novices and then lay supporters.

In no time at all, the monastery far surpassed its previous glory.

Jumat, 21 Mei 2010

Good Things Come In Large Packages


Jacob was a stoutly boy, with round features through and through, including his eyes
which glowed almost neon blue from round granite spheres. He accepted his roundness,
for after all, good things come in large packages, or so his mother always told him, with a funny grin on her lips. He never understood the grin, but took it to mean it was their little secret, that the world had yet to learn this, and Jacob was the one to teach them.
On this warm Sunday morning, he sits in the coffee shop awaiting his food. His platter, really, for Jacob was a boy with a ferocious appetite and he fed this appetite lovingly.
“SEVEN egg omelet with half a pound of cheese…” said the waitress as she dropped the
plate to the table, rolling her eyes in amazement at this boys order. ‘This poor boy,’ she thought to herself, ‘what have his parents done to cause such low self esteem.’ Jacob dug into his food immediately and rather seriously, as if feeding a hunger that never rested.
Jacob watched silently out the window after he finished his feast, lost in thoughts of his future, of becoming something special and showing the world what love really is. He didn’t know how he was going to do this, but he knew, from the depths of his soul, that this was his mission in life, and he looked forward to it with an excitement that made any Christmas morning celebration look like a Sunday at church.
But this morning, however, something was different. Jacob thought about his future with a new sense of melancholy that he could not explain. He felt as if something was going to happen very soon that would catapult him into his purpose, and he wasn’t sure he was ready. He was processing his thoughts, analyzing his feelings when a sudden bang brought him back to his seat at the booth, once again aware of his surroundings.
Stories published by Spiritual-Short-Stories.com, Copyright 2008
He looked around for the source of the interruption to his thoughts, and saw people
gathered around something on the floor. At closer examination he saw it was a body,
very pale and thin and had sores on his face. You could see his skeletal structure he was so thin. People were frantic, but no one wanted to assist the man lying on the floor. “He has AIDS!” someone yelled, “don’t touch him! You’ll surely catch it!”
Jacob got up and walked over to the man, knelt down and felt for a pulse. An older
woman tried to stop him but he paid no attention. “He’s got a pulse!” he said, “He’s still alive. Call 9-1-1, NOW! Hurry!” he screamed as he began to perform CPR. People
gasped in horror as they watched this large boy press his mouth against this sick man.
He continued the CPR until the ambulance arrived, and he kept him alive.
As Jacob started his walk home, he heard whispers fading behind him as folks continued to talk about him with disbelief at what he’d done. “That wasn’t brave!” said one man, “it was purely idiotic!” Jacob just shook his head as he walked away, lost in his own thoughts of what had just occurred. He was a hero, regardless of what that man was ill from, but that didn’t matter. Jacob didn’t care about that. His melancholy had grown still without recognition as to its source, and this is what Jacob was deeply contemplating when the truck hit him. He never heard it coming. Total blackness ensued… and very soon after, death.
By this time news had gone around about what Jacob had done at the diner. The news
reporters were at the diner the moment Jacob was hit a few miles down the road. The
story of the year for this small town. The headlines the next morning read,
“TWISTED FATE: Cancer patient collapses at Mel’s Diner, and a young boy saves his
life, only to die moments later”. The story ended noting that the cancer patient was in remission, and collapsed due to food lodged in his throat and no one noticed his
struggles for breath. This man was a father of three young babies.
Three young babies, who will grow up with their father; their father, who will live to see his babies grow up. All because of the selfless love of a young boy. A young boy in a large package, with a heart bigger than life could contain.

Selasa, 18 Mei 2010

top 5 energi matahari terbesar di dunia

1. Photovoltaic Olmedilla Park

(di Olmedilla de Alarcón, Spanyol, 60 MW) Diselesaikan pada September 2008. Pembangkit listrik ini menggunakan rata 162.000 panel surya fotovoltaik untuk menyampaikan listrik 60 MW pada hari yang cerah. Seluruh pabrik ini selesai dalam 15 bulan dengan biaya sekitar 530 juta dollar U.S. nilai tukar saat ini. Olmedilla dibangun dengan panel surya konvensional, yang dibuat dengan silikon dan cenderung berat dan mahal.

2. Photovoltaic Puertollano Park

(Spanyol, 50 MW) 2008 Renovalia mengembangkan kekuatan stasiun ini di Puertollano, Ciudad Real, perumahan taman energi dengan kapasitas terpasang sebesar 50 megawatt (MW). Daya yang dihasilkan di sini adalah setara dengan konsumsi domestik tahunan listrik sekitar 39.000 rumah tangga. Energi yang diproduksi di sini akan menggantikan pembuangan teoretis 84.000 ton CO2/year atau, 2,1 juta ton CO2 selama 25 tahun selama produksi itu.

3. Moura photovoltaic power station

(Portugal, 46 MW) Selesai Desember 2008 stasiun pembangkit listrik ini terletak di kotamadya Moura, di Alentejo, Portugal, yang merupakan salah satu daerah tercerah di Eropa dan juga salah satu yang paling ekonomis tertekan. Pembangunannya melibatkan dua tahap, dengan yang pertama dibangun dalam 13 bulan dan selesai pada 2008, dan yang lain akan selesai pada tahun 2010, dengan total biaya sebesar € 250 juta untuk proyek. Pembangkit listrik akan memiliki kapasitas terpasang dari 46 mwp, sebanyak lebih dari 376.000 panel surya. Hampir 190.000 panel (32 MW) dipasang pada struktur tetap, 52.000 (10 MW) di sumbu tunggal pelacak, yang mengikuti matahari di langit, dan selanjutnya 20 MW dari kapasitas daya akan ditambahkan selama fase dua proyek. Ini akan menempati area seluas 320 hektar (130 hektar), menghasilkan 88 GWh energi listrik per tahun.

4. Waldpolenz Solar Park

(Jerman, 40 MW) 550,000 Pertama film-tipis Solar CdTe modul. Selesai Desember 2008 Waldpolenz Solar Park, yang merupakan terbesar di dunia tipis-film photovoltaic (PV) sistem tenaga listrik, dibangun di pangkalan udara militer di sebelah timur Leipzig di Jerman. Pembangkit listrik 40-megawatt sistem tenaga surya dengan menggunakan state-of-the-art teknologi film tipis. Solar 550.000 Pertama film tipis-modul yang digunakan, yang memasok listrik 40.000 MWh per tahun. Biaya investasi untuk taman surya Waldpolenz jumlah untuk beberapa Euro 130 juta.

5. Arnedo Solar Plant

(Spanyol, 36 MW). Selesai Oktober 2008 Pembangkit listrik yang menghasilkan 34 GWh setiap tahun, yang akan menguasai 12.000 rumah tangga dan mencegah 375.000 ton CO2. Fasilitas di tujuh hektar dan 172.000 rumah panel. Anggaran proyek sekitar € 180.000.000. La Rioja, sebuah wilayah Spanyol dikenal dengan anggur, telah meliputi 62% dari listrik dengan sumber-sumber disempurnakan.

Life is like A Cup of Coffee


A group of alumni, highly established in their careers, got together to visit their old university professor. Conversation soon turned into complaints about stress in work and life.
Offering his guests coffee, the professor went to the kitchen and returned with a large pot of coffee and an assortment of cups - porcelain, plastic, glass, crystal, some plain looking, some expensive, some exquisite - telling them to help themselves to the coffee.
When all the students had a cup of coffee in hand, the professor said:
"If you noticed, all the nice looking expensive cups have been taken up, leaving behind the plain and cheap ones. While it is normal for you to want only the best for yourselves,that is the source of your problems and stress.
Be assured that the cup itself adds no quality to the coffee. In most cases it is just more expensive and in some cases even hides what we drink. What all of you really wanted was coffee, not the cup, but you consciously went for the best cups... And then you began eying each others' cups.
Now consider this: Life is the coffee. The jobs, money and position in society are the cups. They are just tools to hold and contain Life, and the type of cup we have does not define, nor change the quality of life we live.
Sometimes, by concentrating only on the cup, we fail to enjoy the coffee. Savor the
coffee, not the cups! The happiest people don't have the best of everything. They just make the best of everything.”

Sample Text

This is I am